AEA R92 Ribbon Mic : Hangat dan Berdimensi

1 Jan

suatu ketika seorang rekan saya menawarkan saya untuk mencoba beberapa jenis microphone yangmenjadi koleksinya. dan tidak lama setelah itu, seorang rekan saya yang lain ingin melakukan workshop dan sound experiment guitar di studio. pada akhirnya saya memutuskan untuk melakukan kedua kegiatan tersebut di hari yang sama.

rekan saya yang bernama iga massardi datang membawa sebuah guitar telecaster miliknya. dan yumir membawa beberapa microphone salah satunya adalah AEA-R92 ribbon microphon

e. tanpa banyak bertanya lagi saya langsung melakukan persiapan dengan dengan memasangkan microphone tersebut di depan cabinet mesa yang sudah terpasang sebelumnya di studio. untuk uji coba ini sang pemain gitar memutuskan menggunakan head orang rockverb 100 watt.

untuk pre-amp microphone saya langsung menggunakan presonus studiolive 16.4.2 yang terpasang di studio. saya juga memasang 2 buah microphone lain sebagai pembanding yaitu sennheiser e906 (pernah dibahas sebelumnya) dan heil PR 30 (akan saya bahas di post yang lain). kenapa saya memasang juga mic lain? karena setiap mic itu mempunyai kemampuan menterjemahkan suara sendiri. saya dapat menjadikan kemampuan dari masing-masing mic sebagai referensi kebutuhan jenis suara yang diinginkan oleh kita sebagai sound engineer maupun musisi nya.

saya melakukan uji coba di ruangan berukuran 2,5m x 2,5m yang biasa digunakan untuk take vocal dan instrument lain selain drum.

ketika suara gitar mulai dimainkan (dengan clean channel dari amp), saya langsung bisa merasakan sebuah suara gitar yang terdengar sangat detail dari tiap senar yang beresonansi. frekuensi mid dan mid high yang biasa terdengar agak menggangu dari suara gitar listrik pada umumnya terdengar menjadi lebih hangat. defenisi hangat menurut saya dalam konteks ini adalah suara terdengar sangat jelas dan juga solid tanpa membuat telinga saya tertusuk dan cepat lelah yang biasa dihasilkan oleh suara gitar dan mic lainnya pada umumnya.

ketika bermain strumming gitar dengan tempo tinggi sekalipun, saya sama sekali tidak merasakan adanya perubahan tingkat kejernihan suara yang di tangkap. terlebih lagi ketika bermain dengan cara single note, selain hangat dan juga detail, saya juga dapat merasakan ada natural reverb ruangan yang mampu di tangkap oleh microphone in, terutama di frekuensi high di atas 5k. tipis memang terdengar di telinga, namun ini membuat saya merasakan bahwa mic ini mempu memberikan kesan dimensi suara ruangan pada setiap suara yang ditangkap. mungkin memang pada umumnya struktur head dari ribbon mic memang di desain untuk hal seperti itu. tapi secara keseluruhan saya sangat terkesan dengan tingkat kejernihan dan detail suara yang di hasilkan.

saat berganti menggunakan dirty channel dari head orang (distorsi), pada awalnya saya merasa kurang puas dengan komposisi suara dan frekuensi yang ditangkap, akibat terlalu detail. semua frekuensi menjadi lebih mudah ditangkap oleh mic ini, dan akibatnya malah menjadi lebih kasar. tapi setelah saya memundurkan kurang lebih 3cm dari posisi semula, suara gitar distorsi menjadi terdengar sangat baik. suara mengganggu di mid-high menjadi terdengar jauh lebih halus dan suara pantulan dari dinding ruangan secara keseluruhan juga menjadi lebih terdengar, dan lagi-lagi seakan memberikan dimensi pada suara gitar sacara natural.

saya juga sempat menggabungkan  r-92 dengan heil pr-30 dan sennheisser e906. dan menurut saya perpaduan dengan mic lain juga akan memberikan solusi yang baik sesuai dengan jenis amplifier gitar dan sound yang diharapkan.  jika untuk mendapatkan sound gitar yang halus dan hangat mungkin r-92 sudah cukup sebagai primary mic untuk recording anda. tapi jika ingin sedikit lebih kasar dan bertenaga heil pr-30 dan sennheisser e906 dapat anda jadikan primary mic dengan r-92 sebagai secondary untuk memberikan dimensi dari natural reverb ruangan yang halus. ini tentu saja hanya pendapat dari saya pada saat melakukan ujicoba.

saya merasa aea r-92 juga cocok untuk digunakan ketika melakukan recording sesi akustik seperti gitar akustik maupun string section. dan menurut yumir r-92 digunakan untuk sesi rekaman drum baik itu untuk menangkap room tone maupun untuk cymbal dan overhead.

pada akhirnya memang ribbon mic membuat suara jauh lebih halus. saya tidak terlalu paham tentang masalah teknis dan struktur dari mic r-92 tersebut. namun, dari kasat telinga

saya suara yang dihasilkan itu sangatlah hangat, jernih dan tidak membuat telinga cepat lelah karena phase suara yang tidak baik maupun lompatan-lompatan frekuensi tertentu yang juga menggangu. saya tidak menggunakan fitur EQ maupun compressor dalam ujicoba ini. namun suaranya sudah sangat matang dan siap untuk didengarkan.

silahkan anda mencoba dengan mata dan telinga anda sendiri, mungkin anda baru percaya tentang apa yang telah saya alami beberapa waktu lalu. jika mungkin saya akan menyertakan sample sound dalam beberapa waktu kedepan.

terima kasih untuk iga massardi, moko, yumir dan andi yang sudah meminjamkan peralatan dan juga meluangkan waktu untuk melakukan ujicoba ini bersama-sama

barlian yoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: