sennheiser e906 : optimist for realistic price

20 Aug


sering saya merasa tidak puas dengan mic yang digunakan untuk “todong” sebuah amplifier terutama amplfier gitar. sampai paa suatu ketika teman saya memperkenalkan sebuah produk yang bernama sennheiser e906.

tanpa banyak bertanya saya langsung mencoba mic tersebut untuk keperluan penampilan live dari sebuah band. saat itu saya merasakan bahwa suara gitar yang biasa saya dengarkan secara ajaib berubah menjadi lebih solid dan warm tanpa mengurangi attack mid high dari suara gitar pada umumnya.

sebelumnya saya menggunakan mic yang sangat umum beredar di pasaran indonesia yaitu shure sm-57. hanya untuk mendapatkan suara gitar yang solid ketika recording saya harus menempatkan beberapa microphone yang sama di berbagai posisi berbeda. dan saya hampir sangat tidak mungkin untuk melakukan hal tersebut diatas panggung karena akan semakin banyak pula “bocoran” dari sumber suara lain masuk ke mic-mic tersebut. terutama jika bermain di panggung yang tata letak antar instrument saling berdekatan.

namun secara ajaib sennheiser e906 tersebut merubah semua. saya cukup hanya meletakan di dekat ampli dengan jarak sekitar 2 cm dari head speaker cabinet, maka suara yang saya terima ke monitor console maupun FOH speaker seperti tidak berbohong. apa yang saya dengar dari posisi penempatan amplifier itulah yang saya terima. saya terkesima.

mic yang mempunyai design polar pattern super cardioid sanggup mempertejemahkan permainan dari gitaris dengan baik kedalam console karena mempunyai transient respond sangat cepat.

mic ini juga mempunyai fitur yang sangat membantu untuk menyesuaikan dengan karakter suara gitar anda. di depan mic ada sebuah switch yang dapat anda pilih untuk menyesuaikan karakter EQ atau presence dari mic tersebut. jika anda melakukan boost untuk lebih high (menurut product sheet di frekuensi 4.2khz) untuk mendapatkankan suara yang lebih bright dan mempertajam attack seperti halnya suara gitar berdistorsi tinggi atau di cut untuk suara gitar yang jauh lebih hangat.

ada sebuah hal yang akhirnya saya sadari selama menggunakan mic tersebut selama ini ini berhubungan dengan sudut dari capturing  suara dari mic tersebut. mic ini adalah super cardioid yang memungkinkan anda mendapatkan suara dari belakang microphone anda walaupun respondnya tidak terlalu lebar namun itu yang menurut saya membuat mic ini terasa lebih solid. selain itu  sudut 90 derajat sampai 0 derajat dari sebalah kiri mic lebih mempunyai frequency respond lebih lebar dibandingkan sebelah 0 sampai dengan 90 derajat di sebelah kanan microphone. begitu juga dengan 90 sampai 180 derjat di sisi kiri maupun kanan dari mic head. hal ini dapat juga menjadi sebuah pertimbangan dalam penempatan posisi mic untuk mendapatkan seating frequency dasar yang anda harapkan dari suara guitar anda. anda dapat melihat diagram ini dengan pada product sheet dari sennheiser e906.

http://www.sennheiser.com

 

 

pada akhirnya saya merasa lebih percaya diri dengan suara gitar dari band yang saya bantu mixing ketika live semenjak menggunakan sennheiser e906 ini. dan tanpa banyak tanya sayapun memutuskan untuk membeli mic ini untuk keperluan recording di studio.

harga yang di tawarkan untuk sangat murah untuk kualitas yang bisa didapatkan dari penggunaan microphone ini. dengan harga kisaran 1,8-2 juta rupiah  anda bisa akan merasakan perbedaan dari suara gitar anda baik di panggung maupun di ruang studio. harga memang hampir dua kali lipat dari mic “todong” yang umum beredar di indonesia yaitu shure sm-57, tapi saya yakin ini jauh lebih baik hampir tiga kalinya (maaf jika berlebihan).

sekedar perbandingan suara shure sm-57 lebih thin dan cenderung mid-high nya ter boost agak berlebihan. atau anda dapat melakukan kombinasi mic lainnya untuk mendapatkan suara gitar yang baik. mic ini juga bisa digunakan untuk menangkap suara cymbal dan perkusi dengan lebih baik.

semoga saja banyak studio dan rental sound system yang akan mengenal produk ini di masa mendatang, sehingga kualitas audio dari pemusik di indonesia akan secara perlahan menjadi lebih baik dan terus berkembang.

sebelum anda membeli sebaiknya anda tetap untuk mencoba terlebih dahulu, karena ini adalah penilaian dari saya sendiri dan akan mungkin berbeda dengan orang ain atau anda sendiri. dan jika membeli tetaplah lakukan banyak penyesuaian terlebih dahulu dan seperti kata rekan saya moko, kenali “binatang” yang sedang anda pelihara untuk memaksimalkan penggunaannya berdasarkan karakter, kelemahan dan kelebihan mic tersebut. setiap produk mempunyai karakter yang berbeda walaupun mempunyai fitur dan fungsi yang sama.

sebelum lupa, hati-hati dengan frekuensi low-end dari respond mic ini, jika dalam kebutuhan live, terkadang saya harus melakukan fileter frekuensi di 60-180hz (cuma share) walau tergantung dari cara gitaris tersebut melakukan equalizing dari amplifier nya.🙂

hati-hati juga dengan mounting microphone adapter nya, jgn terlalu sering untuk dilepas pasang, karena terlihat cukup riskan (sebenarnya bodinya sangat solid)

maju terus, tetap berkarya,

salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: